10 Desa di Cawas Lunas Setor PBB 2016, Desa Lainnya Terus Dikejaarr..!!

KLATEN – Akhir tahun 2016 di wilayah Kecamatan Cawas setidaknya ada 10 desa yang belum menyetorkan dana pajak bumi dan bangunan (PBB). Seharusnya bulan September 2016 sudah disetorkan alias lunas, tapi sebagian besar desa mempunyai kendala sama, yaitu warga wajib pajak sedang berada di luar kota alias boro.

Untuk memonitoring perkembangan terakhir, maka Mantri Pajak Kecamatan Cawas Sukamto mengadakan rapat koordinasi sekitar 25 kepala dusun (kadus) yang mengabdi di 10 desa di wilayah Kecamatan Cawas, Rabu pagi, 28 Desember 2016.

“Jadi hari ini kita lakukan koordinasi dengan kadus-kadus yang selama ini memang masih ada tunggakan setoran dana PBB, dan selanjutnya tetap kota buat laporan akhir perkembangan prosentase setoran PBB se Kecamatan Cawas. Dari masukan atau informasi para kadus, memang sebagian besar kendalanya ada di wajib pajak (WP) yang sedang ada di luar kota,” jelas Sukamto yang tinggal di Desa Tirtomarto, Cawas.

Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cawas yang sudah lunas bayar PBB yaitu Desa Burikan, Bendungan, Nanggulan, Pakisan, Balak, Plosowangi, Baran, Tirtomarto, Pogung dan Tlingsing. Desa-desa tersebut telah lunas membayar PBB per September 2016. Kata Sukamto, sebagai bentuk reward, maka desa-desa yang sudah lunas diberikan hadiah uang pembinaan sesuai klasifikasi besaran pagunya.

Sukamto ini ternyata telah lama mengabdi sebagai mantri pajak, awalnya sebagai mantri pajak Kecamatan Ceper tahun 1982-1997, lalu pindah tugas menjadi mantri pajak di Kecamatan Cawas dari tahun 1997-2016. Jadi dalam setoran PBB jatuh tempo, PBB Kecamatan Cawas mendapat peringkat 6. Tiga kecamatan yang paling bagus setoran PBB dipegang Kecamatan Kemalang, Bayat, dan Prambanan.,

Prinsip kinerjanya sangat terasa, yaitu perbanyak sabar dan legowo. “Nek dudu duwite orang gampangke nganggo disik. Kalau bukan haknya, uang jangan dipakai. Tarik PBB bacut gampang ya gampang terus, tapi nek awale digawe angel, dadine angel terus narike. Untuk setoran pagu PBB se Kecamatan Cawas tercatat sekitar Rp796 juta,” pesan Sukamto.

Desa-desa yang belum lunas bayar PBB, jelas Sukamto, akan terus dikejar dan bisa lunas. Setiap dua-tiga minggu, ada rapat koordinasi guna pelunasan WP bayar PBB. Salah satu kadus yang mengabdi di Desa Bawak, Suharto (43 th), menyatakan mendukung program ini. Dikatakan, untuk penyetoran dana PBB se Desa Bawak untuk pagunya tahun 2016 tercatat ada sekitar Rp45 juta dan saat ini masih ini kurang setoran sekitar Rp6 juta.

“Kemungkinan kekurangan Rp6 juta akan dicarikan solusinya dan para kadus di Desa Bawak tetap berkomitmen melunasi setoran pajak yang belum beres. Intinya bagaimana warga bisa tertib dan ikhlas mau bayar pajak,” jelas Suharto yang juga selaku Kadus III Desa Bawak.

Salah satu contoh Desa Cawas yang belum lunas mempunyai pagu setor PBB ada Rp85 juta dan baru terbayar sekitar Rp63 juta. Desa Barepan pagu PBB sekitar Rp41 juta dan sudah terbayarkan Rp36 juta. Dan sejumlah desa yang belum lunas setoran PBB, memang ada kendala teknis, seperti WP boro, WP males bayar, uang WP sudah disetor tapi dipakai dulu oleh petugas, dan lainnya.

Dari data yang ada, salah satu Kadus yang perlu dicontoh dalam mendukung sukses bayar pajak atau PBB di wilayah Kecamatan Cawas adalah Simin Sindu Raharjo (46 th). Kadus II Desa Nanggulan ini ternyata mempunyai kiat dengan pendekatan persuasif kepada wajib pajak.

Langkah yang ditempuhnya dengan melunasi setoran WP dengan uang pribadi dan selanjutnya mengadakan MoU dengan warga untuk menyanggupi setor pajak. Seperti pagu PBB Desa Nanggulan tercatat sekitar Rp48 juta dan sudah lunas disetorkan September 2016 lalu.

Agus Triyanto, Kaur Pembangunan Desa Nanggulan yang kebetulan membantu Kadus I, Bambang Sayoko, membenarkan kalau Kadus II Desa Nanggulan tersebut punya trik khusus. “Kalau semua kadus atau petugas penarik PBB punya semangat dan komitmen seperti Kadus II Nanggulan, Pak Simin itu, pagu setoran PBB bisa beres,” ujar Agus. (dulkim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *