170 Siswa Miskin SMP Negeri 1 Trucuk Dapat Jatah Daging Kurban

KLATEN – Siswa SMP Negeri 1 Trucuk, Klaten, dengan penuh semangat dalam mengurus hewan kurban di sudut sekolah sisi timur yang letak sekolahnya di selatan balai desa Gaden, Kecamatan Trucuk, dengan menyembelih 3 ekor kambing kurban, Selasa pagi (13/9).

Di kesempatan ini, ada 5 warga yang dilibatkan dalam pengurusan hewan kurban dan penyembelihannya dipercayakan kepada Hartono (48 th). Kepala SMPN 1 Trucuk Drs Eguh Setyo Surono mengaku senang dengan semangat siswa dengan urunan Rp20 ribu untuk dibelikan 5 ekor kambing.

“Daging yang dipotong-potong dan dimasukkan plastik putih diserahkan ke 170 siswa sebelum pulang sekolah. Siswa yang tak mampu dan tentunya berprestasi dapat jatah daging kurban ini,” ujar Eguh.

Setidaknya ada 10 pengurus OSIS yang mengurus daging hewan kurban ini. Total siswa SMPN 1 Trucuk ini ada 641 jumlah siswa dan sebenarnya 50 persen lebih siswa dalam keadaan ekonomi biasa-biasa saja atau pas-pasan. Hal ini dilihat dari pekerjaan orangtua siswa sebagai buruh.

Sementara guru agama dan sekaligus pendamping kegiatan kesiswaan, Susilo Wibowo SAg, menyatakan rasa optimis tentang tekat siswa dalam ikut mensemarakkan Idul Adha 1437 H atau Idul Kurban.

“Buktinya, pada tahun lalu, siswa bisa membeli 3 ekor kambing dan kali ini, dengan sepenuh hati dan ikhlas menyisihkan uang saku, anak-anak bisa membeli 5 ekor kambing,” ujar Susila.

Makna Idul Adha ini, dipandang mampu meningkatkan rasa kepedulian dan kepekaan siswa akan sekelilingnya. Pendidikan karakter siswa sangat tampak dengan munculnya kemauan saling berbagi, membantu dan senang sedekah. Siswa secara langsung berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan Idul Adha ini.

Rasa kepekaan sosial, kepedulian sosial, semangat keikhlasan, dan kekompakan siswa juga tampak. Dengan menghadiri dan mengikuti shalat Idul Adha di lingkungan tempat tinggal masing-masing anak-anak, juga menunjukkan rasa tanggungjawab dan tingkat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

eguh1Untuk shalat Idul Adha, jelas Susilo, anak-anak tidak diwajibkan mengikuti shalat di halaman sekolah, sebab halaman sekolah tak cukup mampu dipakai ribuan warga Gaden dan sekitarnya untuk jalankan ibadah shalat Idul Adha.

“Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini sudah berjalan bagus dan anak-anak juga antusias dalam ikut serta mendukung dengan mentradisikan senang berbagi. Idul Kurban ini bagi kami merupakan ajang berbagi sesama. Daging ini murni diberikan kepada siswa miskin dan berprestasi, untuk siswa mampu dan para guru di sekolah ini tak dapat jatah, jadi harap pengertiannya,” ujar Susilo.

Eguh menambahkan, untuk pelaksanaan Idul Qurban tahun depan, diharapkan hewan kurban berupa kambing bisa tambah lagi. Kalau jumlah hewan kurban semakin banyak, maka jatah siswa yang mendapat daging juga bertambah.

Tahun lalu siswa yang dapat jatah daging kurang dari 100 siswa, kini siswa yang dapat jatah daging ada 170-an. “Kepedulian sosial di kalangan siswa tetap dilanjutkan dan tentunya anak-anak terus dibina dengan baik agar punya rasa empaty dengan senang bersedekah kepada warga yang kurang mampu,” harap Eguh. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *