Bupati Klaten Hj Sri Mulyani Lepas 4 Pejabat yang Purna Tugas Usai Lebaran

KLATEN, KABAREPIYE.com – Setelah libur lebaran selama tiga hari, Sabtu-Senin (23-25/5/2020), rayakan Idul Fitri 1441 H, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani menggelar rapat koordinasi (Rakor) jajarannya di pendopo Klaten, Selasa pagi (26/5). Dalam acara ini, bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM, Kepala BKPPD Klaten Surti Hartini dan pejabat lainnya.

Setelah memberikan beberapa informasi dan pengarahan kepada jajarannya, Bupati berkenan melepas 4 pejabat yang memasuki purna tugas yang selama ini intens melakukan kerja keras demi kemajuan Klaten. Pejabat yang purna tugas yaitu, Edy Purnomo SE yang telah mengabdi sebagai PNS selama 34 tahun 1 bulan. Camat Edy ini dikenal gigih dan tanpa kenal lelah.

Meskipun terkadang sedang sakit, demi mengawal wilayah Kecamatan Bayat, ketika ada banjir menerjang, Camat Edy langsung meringankan waktu, tenaga dan pikiran terjun di lokasi banjir. Sungai Dengkeng yang melintas wilayah Bayat, memang sering banjir dan airnya meluap ke perkampungan dan lahan persawahan. Selain itu, juga dikenal daerah rawan tanah perbukitan longsor dan kebakaran.

Camat Bayat Edy Purnomo menerima SK dari Bupati Hj Sri Mulyani tanda purna tugas.

Kepada wartawan, Edy yang tinggal di Puluhan, Trucuk, Klaten ini, mengaku saat menjalani semua tugas pengabdian ini, dijalani dengan setulus hati. Demi mendukung program pembangunan yang dilakukan semenjak Bupati Sunarna sampai Bupati Sri Mulyani, Camat Edy selalu blabak atau tidur di rumah dinas demi mengawal wilayah Kecamatan Bayat kondusif.

“Alhamdulillah, kita bisa menjalani tugas sebagai ASN dengan baik dan kepada segenap elemen masyarakat, khususnya warga di wilayah Kecamatan Bayat, selama bergaul saya ada salah atau khilaf, mohon dimaafkan. Namanya ASN, siapapun akan mengalami purna tugas dan estafet pembangunan harus tetap jalan berkesinambungan,” ujar Camat Edy Purnomo.

Suami Ny Woro Edy ini menjadi PNS sejak 1 Maret 1986 dan menjadi Camat Bayat sejak 22 Februari 2012 dan berakhir pada 1 April 2020. Lama juga menjadi Camat Bayat, tercatat selama 8 tahun lebih 2 bulan, Edy menjadi Camat Bayat yang merupakan tempat kelahiran mantan Bupati Klaten H Sunarna SE MHum.

Bayat memang berbeda dan mempunyai keunikan, termasuk menjadi tujuan umat Islam di tanah air dengan adanya makam Sunan Pandanaran yang ada di Desa Paseban. Bupati Semarang, Walikota Semarang dan Bupati Boyolali juga mempunyai agenda rutin tahunan dengan nyekar atau ziarah makam Sunan Pandanaran ini, dan Camat Edy pun selama ini juga hadir menyambut kedatangan para pejabat tersebut.

Selain Edy Purnomo, Bupati juga melepas Sekcam Kalikotes Surahman MSi yang memasuki purna tugas per 1 Mei 2020. Surahman ini tinggalnya di Dukuh Klegen, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk dan menjadi PNS selama 24 tahun. Juga dilepas Sri Wahyuni SH MH (Camat Delanggu) dan Wahyudi Martono SSos MM (Kabag Humas Setda Klaten).

Sri Wahyuni yang tinggal di Puluhan, Trucuk (100 meter timur kediaman Camat Edy Purnomo), dan Wahyudi Martono yang tinggal di Borangan, Manisrenggo, memasuki purna tugas 1 Juni 2020. Camat Wahyuni menjadi PNS sejak Maret 1995, menjadi Camat Delanggu sejak 13 Februari 2012 dan sebelum menjadi Camat Delanggu menjadi Camat Kalikotes.

Bupati Hj Sri Mulyani serahkan kenang-kenangan kepada Camat Delanggu Sri Wahyuni yang purna tugas.

Sementara Wahyudi Martono menjadi CPNS sejak tahun 1987 dan mengabdi menjadi PNS dengan masa kerja 33 tahun lebih 3 bulan. Dan sepanjang sejarah Pemkab Klaten, Wahyudi ini menjadi Kabag Humas Setda Klaten selama 6 tahun. Sebelum Kabag Humas dipegang Wahyudi, paling 1-2 tahun dipastikan pejabat akan berganti. Selama menjabat, Wahyudi selalu berusaha ngemong dan mensinergikan para wartawan yang bertugas di Klaten dalam tugas peliputan.

Usai acara, Wahyudi berharap kepada para wartawan yang bertugas di Klaten, untuk tetap menjaga marwah insan pers yang beretika, tetap memegang teguh semangat keprofesionalan sebagai wartawan. Dalam menulis atau membuat berita apapun, tetap berimbang dan tidak boleh sepihak. Kebersamaan dan kekompakan wartawan dalam tugas peliputan juga dijaga dengan baik.

“Pesan saya, wartawan harus profesional, setiap berita harus berdasarkan fakta dan data. Tulisan pemberitaannya harus mampu mengedukasi masyarakat, mampu membangkitkan semangat optimis masyarakat. Terima kasih buat para wartawan, tetap semangat, meski sudah purna tugas, jalinan silaturrahmi jalan terus,” ungkap Wahyudi.

Bupati Sri Mulyani dalam kesempatan pelepasan pejabat ini mengucapkan banyak terima kasih atas segala dedikasi dan peran aktif kepada 4 pejabat ini. Jasa dan pengabdian selama ini, menjadi amal kebaikan dan bisa membawa kemajuan bagi Klaten yang keren, maju, mandiri dan berdaya saing. Dijelaskan pula, dalam tugas pengabdian tidak saja secara kedinasan, akan tetapi tugas pengabdian di lingkungan masyarakat juga bisa dilakukan. (Hakim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *