Dandim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso: Klaten Zona Kuning, Tetap Waspada..!!

KLATEN, KABAREPIYE.COM – Setiap anggota TNI harus lebih sehat dan kuat, karena sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menghadapi situasi yang sifatnya darurat bencana lebih lanjut, harus siap menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi setiap waktu berubah. Stamina anggota TNI harus kuat dan tetap semangat bantu rakyat hadapi berbagai tantangan yang ada.

Demikian ditegaskan Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso SIP kepada wartawan terkait penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus Corona usai mengikuti kegiatan penyemprotan desinfektan di sejumlah titik, Jumat siang (20/3/2020). TNI selama ini, jelasnya, memang dilatih kuat dan siap diterjunkan dalam segala tantangan, termasuk ikut bantu pencegahan penyebaran virus Corona.

Lebih jauh dikatakan, Forkompimda Klaten sendiri telah melakukan berbagai langkah, seperti koordinasi awal pada Sabtu (14/3) dan Kamis lalu (19/3) juga melakukan koordinasi lanjutan di ruang B1 Setda Klaten. Bupati Klaten Sri Mulyani hadir bersama Kapolres AKBP Wiyono Eko Prasetyo SIK MIK, Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM, dan pejabat lainnya.

Kabupaten Klaten saat ini, ujar Minarso, memang berada di zona kuning dan saat ini (Jumat, 20 Maret 2020), data ODP atau orang dalam pengawasan kasus Covid-19 ada 39 orang, PDP atau pasien dalam pengawasan ada 3 orang dan warga yang dinyatakan positif terkena virus Covid-19 nihil atau nol. Semua elemen diminta ikut melakukan deteksi dini, jangan sampai ada warga Klaten tertular virus ini.

Dandim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso dampingi Bupati dan Kapolres Klaten pimpin rapat bersama pejabat dan tokoh agama di ruang B1 Setda Klaten, Kamis (19/3/2020).

“Dalam pertemuan koordinasi lanjutan bersama Bupati ini, juga dihadiri para tokoh agama dan instansi terkait untuk pencegahan di lapangan dengan melalui sosialisasi dan kegiatan penyemprotan desinfektan di tempat tempat umum yang dimungkinkan sebagai tempat penyebaran virus. Bisa di masjid, gereja, terminal, sekolah, tempat hiburan atau lokasi urgens lainnya,” ujar Dandim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso.

Masyarakat Klaten juga dipesankan agar tidak panik dan tetap mengikuti anjuran atau instruksi seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo. Seperti siswa sekolah tetap belajar di rumah melalui online dan guru juga ikut memantaunya terkait tugas belajar siswa di rumah. Untuk antisipasi atau mencegah anak-anak keluyuran, pihak Satpol PP dibantu unsur lainnya, melakukan monitor anak-anak.

Dandim Minarso juga mengatakan, untuk ASN memang tidak libur dan tetap masuk kerja seperti biasanya. Hanya saja tidak ada apel pagi dan untuk absennya menggunakan sistem manual selama 14 hari, artinya tidak perlu finger print. Untuk Satuan Tugas Gugus Depan bisa berkeliling melakukan sosialisasi ke kampung-kampung atau desa, langkah bertujuan agar warga tetap menjaga hidup bersih dan sehat.

Relawan Pantahelik Klaten semprot desinfektan ruang kantor Disdukcapil Klaten.

“Pemkab Klaten sendiri memang sangat getol kewaspadaan akan bahaya pencemaran virus Covid-19 ini, maka Paguyuban Camat se Klaten juga dipanggil untuk melakukan satu koordinasi dengan penyemprotan desinfektan di sejumlah titik urgens yang ada di desa. Koordinasi bersama Camat se Klaten ini telah dilakukan di ruang B1 Setda Klaten pada Jumat siang, 20 Maret 2020,” ujar Minarso.

Selain itu, Kepala Desa bersama elemen desa, dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat, segera melakukan aksi serupa dengan penyemprotan desinfektan secara massal. Camat dan para tokoh agama juga menjadi garda depan dalam mengantisipasi penyebaran virus ini. Kerjasama semua pihak sangat diharapkan dan masalah ini jangan dianggap remeh, semua elemen harus bersatu lawan Corona.

Minarso mengatakan, Klaten ini masuk zona kuning, artinya zona untuk berhati-hati. Masyarakat Klaten yang selama ini dikenal guyup dalam menghidupkan kepedulian sesama dan gotong royong, diharapkan bisa bersatu dalam melawan virus Corona. Penyebaran virus ini bukan saja tangguangjawab Dinas Kesehatan atau Rumah Sakit saja, akan tetapi warga Indonesia berkewajiban ikut andil.

“Jangan anggap remeh penyebaran virus Corona ini, mari kita bersatu lawan virus Corona atau Covid-19. Jangan sampai status zona kuning menjadi zona merah, na’udzubillah. Semoga tidak terjadi dan mulai saat ini kita bersatu lawan virus Corona. Dari hal sepele, cuci tangan pakai sabun, minum dan makan yang cukup, bergizi dan halal, pakai hand sanitizer jika bepergian, jaga jarak dalam bergaul, hindari orang berkerumun, dan pakai masker,” pesan Minarso.

Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM bersama dr Rony Roekmito MKes pimpin rakor bersama Camat hadapi penyebaran virus Corona di ruang B1 Setda Klaten, Jumat siang (20/3).

Terpisah, Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo SIK MIK juga berpesan agar semua elemen masyarakat bisa satu komando dalam mengatasi masalah ini. Kades dan Lurah bisa koordinasi dengan Camat dan selanjutnya Camat bisa koordinasi dengan Bupati Klaten dalam hal penanganan penyebaran virus Corona. Anggota Polres dan Polsek juga siap diterjunkan untuk membantu masyarakat dalam upaya antisipasi penyebaran virus Corona ini.

Wiyono menyatakan, Satgas Gugus Depan penanganan Covid-19 Klaten segera lakukan aksi dan tetap terkoordinir rapi, seperti penanganan penyemprotan sejumlah kantor bersama relawan pentahelik Klaten (relawan peduli Corona). Kebersamaan dan kekompakan semua elemen dalam setiap program yang terencana, terukur, akan membuahkan hasil yang baik.

“Saya kira semuanya pasti capek dalam penanganan penyebaran virus Corona ini, sebab ini skala dunia, bukan saja di Indonesia. Dan bukannya menakut-nakuti, semua rawan tertular, karena itu semua harus bersatu lawan virus Corona atau Covid-19 ini. Mari kita sampaikan ke bawah, kita sosialisasikan ke masyarakat, supaya himbauan ini bisa didengar masyarakat. Para pemuka agama bisa menyampaikan kepada jamaahnya untuk memahami situasi saat ini,” tegas Wiyono. (Abdul Hakim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *