H. Mujiburrahman Terpilih Kembali sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Klaten Periode 2019-2024

KLATEN, KABAREPIYE.COM – Sosok pengusaha muda dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), H. Mujiburrahman SIP, akhirnya secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Klaten periode 2019-2024 dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) NU ke-16 di halaman Masjid Pondok Pesantren Al Manshur Popongan, Tegalgondo, Wonosari, Klaten, Sabtu sore, 15 Februari 2020.

Sementara Rois Syuriah NU Klaten juga dipegang kembali oleh Drs KH Muchlis Hudaf dan semua peserta Konfercab NU Klaten dengan penuh syukur menerima keduanya melanjutkan estafet kepimpinan berkhidmah di PCNU Klaten periode 2019-2024. Acara Konfercab NU ke-16 ini jauh hari diawali dengan pembahasan Sidang Komisi pada Sabtu, 1 Februari 2020 di Ponpes Al Muttaqien Karanganom, Klaten.

Dan dilanjutkan pada gelaran Konfercab NU ke-16 di Ponpes Al Manshur ini, Sabtu (15/2) untuk agenda mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus Cabang NU periode 2014-2019 dan pemilihan Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah. Sebelumnya ada agenda pembukaan Konfercab NU Klaten ke-16 pada Sabtu pagi (15/2) dan jelang sholat dzuhur dihentikan terlebih dulu untuk menghormat pemakaman jenazah alm H Abdul Hadi Mukri (68 th) yang dilakukan upacara pemberangkatan dari Masjid Ponpes Al Manshur.

Suasana Konfercab NU ke-16 di Ponpes Al Manshur Popongan yang dihadiri para Kiai.

Kepada wartawan, Mujiburrahman dengan tegas menyatakan, NU sampai saat ini tetap berkomitmen menjaga amal ma’ruf nahi munkar, mengedepankan semangat kebangsaan, ukhuwwah wathoniyah dan basyariah. NU memang meneduhkan ummat dalam setiap amaliah yang diajarkan melalui para kiai NU di segala lapisan dan berusaha memberdayakan potensi diri, kembangkan potensi NU di segala bidang.

“NU mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga NKRI ini, dan selama 5 tahun kepengurusan PCNU Klaten, kita telah melaksanakan amanah dengan baik, baik Mas’ulliyah Diniyyah dan Mas’ulliyah Wathoniyyah. Dan itu sudah kita upayakan sebaik mungkin dilaksanakan. Tetapi jangan lupa, bahwa kita juga harus bertanggungjawab untuk menghidupi diri kita sendiri, kita tidak boleh tergantung dengan siapa pun,” jelas Mujiburrahman yang merupakan alumni Ponpes Al Muayyad Mangkuyudan Solo.

Dalam Konfercab NU ke-16 ini, tambahnya, diikuti pengurus Mustasyar NU, Syuriah NU, Lembaga NU, Badan Otonom NU, pengurus MWC NU, pengurus ranting NU se Klaten yang jumlahnya sekitar 800 peserta. Tantangan zaman yang semakin kompleks, membuat NU Klaten akan selalu solid dalam setiap langkah dan mengambil kebijakan.

Sekitar 800 peserta antusias mengikuti Konfercab NU Klaten ke-16 ini.

Seperti tanggungjawab diniyyah dan wathoniyah, termasuk pula menjaga kemurnian ajaran Rosulullah Saw, tetap dilakukan. Mujiburrahman berharap, berbagai kajian agama yang dilakukan, termasuk agenda bahtsul masail, semua permasalahan ummat yang ada betul-betul bisa disampaikan dan ada solusinya. NU sangat hati-hati dalam setiap mengambil keputusan dalam persoalan agama maupun kebangsaan lewat bahtsul masail.

Terkait pemberdayaan NU, PCNU Klaten beberapa tahun ini melakukan gerakan Berkah Kaleng Koin NU. Semua ranting NU se Klaten, dihimbau dan dilatih bersedekah lewat Kaleng Koin NU yang dikelola oleh LazisNU Klaten. Seperti jujul pasar atau pengembalian dari belanja, jujul rokok di warung milik warga NU, dimasukkan di kaleng Koin NU tersebut.

“Dan alhamdulillah, program Kaleng Koin NU Klaten yang dikelola LazisNU Klaten ini cukup berhasil, selama 5 tahun terakhir dikumpulkan ada hampir menembus angka Rp 7 milyar. Dan dana infak gerakan Koin NU Klaten ini bisa dimanfaatkan dalam segala kegiatan di PCNU Klaten, termasuk peduli bencana, membantu anak yatim, pelayanan kesehatan, dan lainnya,” jelas Mujiburrahman.

Ketua Tanfidziyah NU Klaten terpilih H. Mujiburrahman sedang jumpa pers dengan awak media.

Sekarang di setiap ranting NU atau di tingkat Desa, Kaleng Koin NU yang dikelola LazisNU Klaten ini sudah dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dan jamaah NU. Semangat bersedekah lewat gerakan ini sangat bagus dan melatih diri peduli sesama. Dana yang terkumpul dimanfaatkan membantu warga lanjut usia atau jompo, santunan anak yatim-piatu, pengembangan lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan berbagai agenda lainnya.

Lebih jauh Mujiburrahman mengatakan, tantangan NU ke depan masih pada persoalan keagamaan dan kebangsaan. Dalam persoalan keagamaan, NU akan terus menjaga kearifan lokal dalam berdakwah. Karena di satu sisi, ada pihak lain yang mudah “mengkafirkan” orang lain ketika mereka berbeda pendapat.

“Sedang dalam persoalan kebangsaan, masih ada pihak yang menginginkan berdirinya negara Islam dengan sistem khilafah. Ini menjadi ancaman bagi kita. Karena Indonesia adalah negara kesepakatan yang berdasarkan Pancasila. Maka, NKRI ini harus dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Para tokoh NU yang hadir antara lain KH Muchlis Hudaf, KH Nasrun Minalloh, KH Mustari, KH Bambang Suprobo, KH Sya’roni, KH Muh Zahid dan lainnya. NU dalam pengembangannya, juga berkhidmah dalam kegiatan ekonomi, pertanian, kesehatan, penerbitan, sampai hal layanan pengusiran makhluk gaib dan biro jodoh. NU Klaten sudah mempunyai “lembaga penangkap ghaib” atau LPG dengan merukyah secara bergilir ke sejumlah Kecamatan atau MWC NU.

Penuh semangat, Nur Khodiq bersama pengurus NU lainnya hadir dalam Konfercab NU Klaten ini.

Hujan yang mengguyur usai pemberangkatan jenazah alm H Abdul Hadi Mukri, habis dzuhur selama 30-an menit, tak menyurutkan niat pengurus dan peserta Konfercab NU ke-16. Setiap pimpinan lembaga NU, melaporkan beberapa program atau agenda selama 5 tahun ini, seperti Ma’arif NU, LDNU, LTNU, dan lainnya. Semua laporan pengurus Lembaga Otonom yang disampaikan diterima peserta Konfercab.

Nur Khodiq, salah satu peserta Konfercab NU ke-16 dari MWC NU Klaten Utara, merasa bersyukur bisa berkhidmah di NU. Sebab NU baginya merupakan organisasi keagamaan yang tepat dan menyejukkan ummat. Saat ini, Nur Khodiq tinggalnya di daerah Plembon, Desa Ketandan yang selalu mengajak ummat untuk selalu hidup bergotongroyong, serta senang menjaga kerukunan dan kedamaian warga.

“NU bagi saya itu menyejukkan ummat, amaliah NU juga tepat dijalankan warga masyarakat di negeri ini. Dalam setiap kebijakan atau keputusan yang diambil pengurus NU juga sangat dirasakan manfaatnya. Kehati-hatian NU dalam berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat, juga sangat ngemong ummat dalam wadah NKRI harga mati,” kata Nur Khodiq yang aktif di Kantor Damkar Pemkab Klaten. (Abdul Hakim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *