HKN Tahun 2016, Dinas Kesehatan Klaten Turunkan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat

KLATEN – Sudah menjadi tradisi SD Negeri 1 Cawas, Klaten, 219 siswa yang ada di sekolah ini diajarkan senang menjaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk senang cuci tangan pakai sabun. Kalau habis makan, anak-anak juga membuang sampah di tempat sampah yang telah tersedia.

Untuk mengetahui tradisi siswa SDN 1 Cawas ini, tim penilai Sekolah Sehat Dinas Kesehatan Klaten tahun 2016 mengadakan kunjungan dan monitoring keadaan sebenarnya sekolah yang ada di timur lapangan Desa Cawas ini, Rabu siang (2/11).

Kepala SDN 1 Cawas Tatik Sumarahati SPd bersama dewan guru dan karyawan, dengan didukung Puskesmas Cawas 1 dan UPTD Pendidikan Kecamatan Cawas, menyambut kedatangan tim penilai lomba sekolah sehat ini. Sekolah ini memang termasuk sekolah unggulan dalam program menuju sekolah sehat dan sudah sering menjadi lokasi studi banding sekolah lain.

cws8“Kami mendapat amanah terkait lomba sekolah sehat ini mendadak sekali, tapi karena sudah terbiasa dan bulan lalu, tanggal 11 Oktober 2016, sekolah sini juga menjadi lokasi program cuci tangan pakai sabun se Kecamatan Cawas. Meskipun mendadak, kami tetap harus siap,” ujar Tatik Sumarahati.

Hal senada juga disampaikan Siti Aminah SPd MPd, selaku Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cawas terkait SDN 1 Cawas yang tahun ini masuk nominasi 5 besar SD dalam lomba Sekolah Sehat dalam mensemarakkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2016.

Dikatakan, pada tanggal 11 Oktober 2016, siswa SDN 1 Cawas ini juga kedatangan jajaran Muspika Cawas, baik Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, Ketua TP PK Desa se Kecamatan Cawas, Kepala SD/K3S Cawas.

cws2Siti Aminah menilai, keberadaan SDN 1 Cawas ini memang menuju sekolah sehat. Sejumlah sudut ruang kelas ada kelengkapan wastafel atau untuk cuci tangan pakai sabun. Toilet, kamar mandi, ruang UKS dan sarana pendukung lainnya, sudah tertata bagus.

“Kerja keras kepala sekolah bersama guru dan karyawan dalam mewujudkan sekolah sehat, tetap terus dilakukan. Komite sekolah dan wali murid juga tetap sinergis dalam ikut memajukan sekolah yang berkualitas. Kebersihan itu tetap selalu dijaga dengan baik dan siswa juga dilatih mandiri menjaga kebersihan lingkungan kelas,” jelas Siti Aminah.

Tampak hadir dalam kesempatan kunjungan dan penilaian lomba sekolah sehat dalam rangka HKN tahun 2016 ini, ada Kepala Puskesmas Cawas 1 dr Bambang Pujiharja, Harniyanto SPd (Pengawas Dabin 2 UPTD Pendidikan Cawas).

Juga hadir drg Dewi Kartika (Pembina UKS SDN 1 Cawas dari unsur Puskesmas Cawas 1), Suseno (nutrisionis Puskesmas Cawas 1), bidan Wulan, perawat Yuni, Joko (mantri Puskesmas Cawas 1), dan lainnya.

cws3Tim Dinkes Klaten yang hadir antara lain Riyadi SKM, Retno, Sunarti SKM, dan lainnya. Rombongan tim penilai sampai SDN 1 Cawas sekitar pukul 11.35 WIB dengan menggunakan mobil Promosi Kesehatan Dinkes Klaten.

Kepada wartawan, Kepala Pukesmas 1 Cawas Bambang Pujiharja menyatakan, selama mengabdi di Cawas, baru kali ini mendampingi program sekolah sehat yang dinilai tim Dinkes. Bambang mengaku baru 1 tahun sebagai Kepala Puskesmas Cawas yang sebelumnya selama 10 tahun menjadi Kepala Puskesmas Wedi.

“SDN 1 Cawas ini bagus dan sudah ada ketersediaan sarana prasarana dalam kaitan sekolah sehat, ada ruang UKS, ada tempat cuci tangan dan lainnya. SDN 1 Cawas ini masuk 5 besar se Kabupaten Klaten. Harapannya bisa meraih yang terbaik,” ujar Bambang Pujiharja.

Untuk lomba sekolah sehat ini, tim menilai tentang kondisi sekolah, ruang UKS, kebersihan, ventilasi udara, kamar mandi, toilet, ruang pembelajaran, situasi lingkungan sekolah, dan lainnya. Tim memasuki setiap kelas, bahkan juga masuk ruang perpustakaan dengan melihat ketersediaan buku terkait kesehatan.

Untuk lomba ini, se Kabupaten Klaten ada 34 Puskesmas yang mengajukan SD dan hanya ada 7 SD yang masuk nominasi terbaik. Selanjutnya dari 7 SD yang masuk nominasi, dikecilkan lagi menjadi 5 besar, yaitu SDN 1 Cawas, SDIT An Najah Jatinom, SD Kristen 3 Klaten, SDN 2 Jetiswetan, Kecamatan Pedan, dan SDN 1 Sukorejo, Kecamatan Wedi.

cws4“Kami sebagai tim penilai lomba sekolah sehat dalam rangka HKN tahun 2016 ini, tetap berpegang pada prinsip keterbukaan, kami menilai sesuai realitas yang ada. Kalau sebuah SD dinyatakan bagus atau sebaliknya, kami tak menutup-nutupi,” ujar Riyadi yang juga ketua tim lomba Sekolah Sehat tahun 2016 ini.

Tim lomba benar-benar bekerja sesuai petunjuk teknis (juknis), penuh profesional dan transparan dalam menilai. Dan hasil penilaian tak bisa diganggu gugat, dan SD yang terbaik yang layak mendapat juara. Panitia HKN Klaten telah menyiapkan hadiah untuk juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1 dan 2. (dulkim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *