Jarot Nugroho, Anggota Linmas Semangkak yang Kreatif Bikin Pot dari Ban Bekas

KLATEN, KABAREPIYE.COM – Kreatif memang apa yang dilakukan Jarot Nugroho (53 th), tukang tambal ban sepeda motor yang berada di jalan samping Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Selama tiga bulan ini, Jarot mencoba mengawali dengan membuat pot bunga dari limbah barang bekas.

Ban bekas sepeda motor yang menumpuk di bengkel tambal bannya, dilihat berkali-kali dan dia terus berpikir jauh untuk memanfaatkannya. Akhirnya, dengan dua alat bantu, linggis dan kawat, Jarot memulai membalik ban luar sepeda motor untuk dijadikan pot bunga. Dalam sehari, Jarot bisa membuat 1 buah pot dengan dihiasi pakai cat perwarna.

“Memang banyak ban bekas luar sepeda motor yang ada di sini, kalau hanya dibiarkan saja, kesannya nggak berguna. Akhirnya saya mencoba otak-atik dan jadilah pot bunga ban luar ini. Harganya murah, yang kecil Rp 25 ribu dan yang besar Rp 35 ribu. Dalam sehari, saya biasanya berhasil menyelesaikan 1 pot bunga ini,” ujar Jarot.

Jarot sedang memproses membalik ban bekas sepeda motor pakai linggis dan kawat.

Anggota Linmas Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah ini, sebelumnya bekerja di sebuah pabrik garmen dekat terminal di Jakarta Timur selama 17 tahun, tepatnya dari tahun 1986 sampai 2003. Lalu tahun 2004 pulang kampung bekerja sebagai tukang tambal ban di samping BPBD Klaten ini.

Istrinya, Suwarni sangat mendukung dirinya menjadi tukang tambal ban. Meskipun penghasilannya sedikit tidak menjadi masalah, terpenting hasil pekerjaan tukang tambal ban ini halal dan membawa berkah. Bagi Jarot, tukang tambal ban ini adalah pekerjaan mulia, sebab di kala orang sedang tertimpa sial dengan ban sepeda motor yang dinaikinya bocor, Jarot bisa membantu dengan jasa tambal ban.

Dari pernikahannya dengan Suwarni, Jarot dikaruniai 2 putra, yaitu Nur Haliza Anggir Putri Utami (15 th) yang saat ini belajar di SMKN 1 Klaten kelas X dan Desti Maharani (10 th) siswi kelas 4 SDN 1 Semangkak. Semangat berkreasi tetap ada di hati Jarot dan hasilnya membuat pot bunga dari limba ban bekas ini banyak diminati masyarakat.

Ban bekas Scopy usai dibalik dan siap dibersihkan, lalu dicat warna.

“Saat ini masih ada sekitar 15 buat pot bunga ban bekas, kalau ada yang berminat bisa datang langsung ke bengkel tamban ban saya ini. Kalau cocok, bisa dibeli dan kualitas pot bunga saya ini bagus, tahan lama,” ujar Jarot.

Kepala Desa Semangkak, Ngadiyatno mengaku senang dengan semangat kreativitas yang dilakukan anggota Linmas Desa Semangkak ini. Meskipun hanya sebagai tukang tambal ban, semangat memanfaatkan limbah ban bekas sangat tinggi. Usaha ekonomi kreatif ini perlu ditiru dan hasilnya juga bagus untuk tambahan pendapatan keluarga.

“Kita bangga, sebab Pak Jarot ini sungguh kreatif dengan membuat pot bunga dari limbah ban bekas luar sepeda motor. Memang sangat berat saat membalik ban bekas ini dengan linggis dan kawat, tapi semua bisa dijalani dengan senang hati. Sukses Pak Jarot,” jelas Ngadiyatno. (Abdul Hakim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *