Kepala Disdik Klaten Dr Wardani Sugiyanto MPd: Wujudkan Sekolah Aman dan Sehat saat Pandemi Covid-19

KLATEN, KABAREPIYE.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Dr Wardani Sugiyanto MPd penuh semangat dalam rapat koordinasi (Rakor) penyiapan pembelajaran di saat pandemi Covid-19 ini dengan cara teleconference yang diikuti 46 peserta, termasuk Korwil Bidang Pendidikan di 26 Kecamatan se Klaten, para pengawas, penilik dan kepala SD, Kamis pagi (28/5/2020).

Dari pantauan wartawan, Wardani dengan menggunakan laptop di ruang kerjanya menjelaskan berbagai informasi selama pandemi Covid-19 dan informasi menjelang new normal atau tatanan baru yang akan diterapkan di wilayah Kabupaten Klaten. Saat berita ini dibuat, di Klaten masih ada 7 orang yang terpapar virus Covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Acara teleconference dimulai pukul 08.30 WIB dan semua peserta yang ikut jalannya teleconference menikmati penjelasan Wardani selama 30-an menit ini. Selain menyampaikan sejumlah informasi, juga dilakukan tanya jawab yang disampaikan para Korwil dan Kepala SD yang hadir mendengarkan rakor jarak jauh ini.

Tampak layar teleconference yang diikuti 46 peserta se Klaten, Kamis pagi (28/5/2020).

Wardani menyampaikan protokol sekolah aman saat pandemi Covid-19 dengan 12 langkah yang harus bisa dilaksanakan kepala sekolah bersama guru, yaitu menyediakan informasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa/guru, cuci tangan pakai sabun selama minimal 20 detik di tempat yang telah disediakan, melakukan tindakan disinfektan ke alat/fasilitas pembelajaran setiap hari, menjaga kebersihan lingkungan, petugas kebersihan menggunakan sarung tangan dan pelindung diri.

“Selain itu menunda aktivitas sekolah yang mengumpulkan siswa dan kegiatan antar sekolah, hindari kontak fisik secara langsung diantara para guru dan siswa, memonitor kehadiran guru dan siswa, guru/siswa yang sakit sebaiknya tidak hadir di sekolah, membatasi pengunjung dari luar sekolah, memantau suhu tubuh guru/siswa dan tamu sekolah, dan siswa melakukan olahraga secara rutin dan berjemur,” ungkap Wardani.

Untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB), tetap dilakukan dan pemerintah akan mendorong PPDB dilaksanakan secara daring. Kalau tidak bisa secara daring, maka bisa secara kehadiran, tetapi protokol kesehatan itu harus dilaksanakan dengan ketat harus pakai masker, harus ada tempat cuci tangan, pembersih tangan (hand sanitizer), disinfektan dan seterusnya. Hal ini, kata Wardani, merupakan pesan dari Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad.

Wardani juga menjelaskan terkait informasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai Permendikbud nomor 19 tahun 2020, yaitu pembiayaan langganan daya dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) huruf g dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Klaten Utara Untung JP SPd MMPd (duduk tengah) dampingi K3S simak penjelasan Kepala Disdik Klaten.

Untuk pembiayaan administrasi kegiatan sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 2 huruf e dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman. Dan ketentuan pembayaran honor paling banyak 50% (lima puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) tidak berlaku selama masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 oleh Pemerintah Pusat.

“Untuk menuju new normal, sesuai pesan Presiden RI Joko Widodo, merupakan pola hidup baru yang beradaptasi berdampingan dengan Covid 19. Berdampingan itu justru kita tak menyerah, tetapi menyesuaikan diri dengan bahaya Covid-19. Kita lawan Covid-19 dengan kedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan ketat. Untuk skenario masuk sekolah pada 16 Juni 2020 dan  13 Juli 2020 merupakan tahun ajaran baru,” ungkap Wardani.

Terkait acara ini, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Klaten Utara Untung Joko Purwadi SPd MMPd menyatakan, informasi di era pandemi Covid-19 menggunakan telecinference bisa dibiasakan. Selain lebih efektif, juga mencegah orang berkerumun dalam jumlah besar dalam kegiatan rakor kedinasan. Informasi yang disampaikan Kepala Disdik Klaten ini, jelas Untung, bisa memberikan motivasi para pengawas dan kepala sekolah dalam persiapan pembelajaran era Covid-19.

Dalam acara teleconference ini, ada 19 SD negeri dan swasta se Kecamatan Klaten Utara yang mengikuti dengan penuh semangat. Sebelum penyampaian materi dari Kepala Disdik Klaten ini, Untung memimpin rakor internal, seperti persiapan sosialisasi protokol Covid-19 sekolah aman, pertemuan komite sekolah dengan orangtua, dan lainnya.

Ketua K3S SD Klaten Utara Sumaryata SPd ikut simak penjelasan Kepala Disdik Klaten ini.

“Informasi yang disampaikan Kepala Disdik Klaten Dr Wardani Sugiyanto MPd, nantinya dalam pembelajaran ada shift siswa untuk mencegah berkerumun. Misalnya siswa satu rombel ada 20 anak, maka dibuat 2 shift  dan per meja hanya untuk 1 siswa. Kalau hanya ada 15 siswa, anak-anak masuk semua dalam 1 shift, tapi kalau lebih dari 15 siswa, dibuat 2 shift,” ujar Untung.

Nantinya, para guru tetap masuk pukul 07.00 WIB dan persiapan mengkondisikan protokol kesehatan. Minimal dua guru berdiri di depan gapuro sekolah dengan membawa alat ukur suhu tubuh dan hand sanitizer. Guru yang satu mengambil suhu tubuh dan guru satunya lagi memberikan cairan hand sanitizer kepada siswa. Protokol sekolah sehat dan aman selama pandemi Covid-19 harus dibiasakan.

Untung menyatakan, kalau ada siswa yang flu, badannya panas atau kurang sehat, disarankan tidak usah masuk sekolah dan disuruh pulang. Secara serentak, semua sekolah SD setiap pukul 10.00-10.15 WIB, mengadakan berjemur di luar kelas. Covid-19 ini, katanya, mengajarkan semua manusia membiasakan hidup bersih dan sehat, serta pola makan yang sehat. Tatanan baru atau new normal ini merupakan sebuah pola tatanan kehidupan baru masyarakat berdampingan dengan Covid-19   (Hakim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *