Klaten Berduka, Kepala Dishub Klaten Joko Wiyono Meninggal Dunia

KLATEN, KABAREPIYE.COM – Bagaikan petir di siang bolong, kabar duka menggemparkan masyarakat di Kabupaten Klaten. Sosok yang selama ini aktif dalam berbagai tugas kedinasan dan pengabdian bersama Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, dikabarkan meninggal dunia, Sabtu siang, 11 Januari 2020, pukul 12.12 WIB.

H Joko Wiyono SSos MH MM, yang baru menerima amanah dan dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten oleh Bupati Klaten, Kamis (26/12/2019), dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di RS Panti Nugroho Pakem, Sleman, DIY. Almarhum Joko memang gemar trabas jalan di perbukitan bersama kawan-kawan pecinta trabas Klaten.

Kisaran pukul 11.30 WIB, almarhum yang melakukan kegiatan trabas di Downhill Bukit Klangon, Kalitengah, Cangkringan, Sleman, mengalami nasib naas terjungkal saat jamping. Dari lokasi parkiran mobil, lokasi jampingan yang menjadi tkp almarhum terjatuh sekitar 700 meteran. Tapi jampingan tersebut dekat jalan raya dan oleh tim trabas, mobil pun bisa mendekat dan membawa almarhum ke RS terdekat.

Lokasi jampingan keempat yang gagal dilewati almarhum saat trabas, Sabtu siang (11/1/2020).

Dikabarkan, almarhum melakukan jampingan bersama kawan-kawannya penuh semangat. Ada tiga titik jampingan yang berhasil dilewati dan pada jampingan keempat, almarhum gagal melewatinya. Diduga kelelahan dan gagal fokus, almarhum terjungkal saat melewati jampingan keempat tersebut. Pecinta trabas yang menyertai almarhum dalam trabas kali ini antara lain Awaludin Jamil, H Irvan dan sahabat trabas almarhum lainnya.

“Pak Joko Wiyono sempat dirawat di RS Panti Nugroho, termasuk mendapatkan infus, tapi Allah SWT memanggilnya. Sekitar pukul 12.12 WIB, beliau telah meninggal dunia. Dan kita jajaran staf Dishub Klaten jelas berduka dan kita diperintahkan segera merapat ke kantor dan persiapan proses pemakaman,” ujar Kentut Tri Harjanto, staf Dishub Klaten.

Kabar duka langsung menyebar di sejumlah grup whatsapp (WA), seperti di Srikandi Sungai, Sekolah Sungai dan grup WA lainnya. Bupati Klaten Hj Sri Mulyani juga sudah mendengar dari awak media yang mengabarkan lewat WA kalau mantan Staf Ahli Bupati dan Kepala Dishub Klaten ini telah meninggal dunia. saat menerima kabar duka ini, Bupati sedang mengikuti Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta.

Pecinta trabas saat berada di titik almarhum terjungkal, bercak darah masih tampak.

Menurut Bupati, selama ini almarhum selalu aktif dalam tugas kedinasan. Terakhir Bupati memerintahkan kepada almarhum untuk mewakilinya dalam kegiatan silaturrahmi TNI/Polri dan masyarakat di Lanud Adi Soemarmo Solo, Jumat malam (10/1/2020). Almarhum ternyata bisa hadir dan Sabtu siangnya dikabarkan mengalami kecelakaan saat trabas dan dinyatakan meninggal dunia. Bupati berharap, keluarga almarhum tetap tegar, sabar, tabah, dan ikhlas menghadapi ujian ini.

“Astaghfirullohal ‘adzim, inna lillahi wainna ilaihi roji’un. Saya masih di Jakarta ini, penutupan Rakernas Minggu malam. Tapi kalau diijinkan, saya akan balik Klaten lebih awal dan menghadiri pemakaman almarhum. Kami atas nama pribadi dan Bupati Klaten, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Joko Wiyono. Kita doakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan husnul khotimah, Aamiin. Selamat jalan Pak Joko Wiyono, dan semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kesabaran, ketabahan dan ikhlas melepas kepergian almarhum,” jelas Bupati Sri Mulyani.

Hal senada juga disampaikan Dandim 0723/Klaten Letkol Kav Minarso SIP yang mengaku sangat kaget dengan kabar duka ini. Jumat malam (10/1), Dandim Minarso hadir dalam acara pertemuan silaturrahmi pejabat TNI/Polri dan masyarakat di Lanud Adi Soemarmo. Dan saat itu, panitia memanggil nama Bupati Klaten Hj Sri Mulyani sekitar dua-tiga kali, tapi tak tampak.

Dandim 0723/Klaten Lekol Kav Minarso bersama almarhum Joko Wiyono di Lanud Adi Soemarmo Solo, Jumat malam (10/1/2020).

“Ee, ternyata dari belakang muncul Pak Joko Wiyono yang datang dan hadir atas nama Bupati Klaten. Karena saat acara di Adi Soemarmo ini, Bupati sedang ada acara di Jakarta dan Pak Joko Wiyono yang datang mewakili. Orangnya kalem, ramah dan fleksibel dalam setiap kegiatan. Jumat malam ketemu, Sabtu paginya (11/1) saya ngetrail ke Bayat, beliau gowes trabas ke Cangkringan. Siangnya dikabarkan meninggal. Kaget memang, selamat jalan Pak Joko. Husnul khotimah, Aamiin,” kesan Dandim Minarso.

Almarhum meninggalkan seorang istri Hj Nuryanti SKep dan seorang anak bernama Nurmalitha Ika Rahmawati SH. Keluarga besar beliau, baik Cipta Ria, Berkah Ria, Aneka Warna, dan keluarga almarhum lainnya, sangat kehilangan. Jajaran Dishub Klaten dan Dissos-P3AKB Klaten juga berduka mendalam. Almarhum dibawa ke rumah duka di Kasaran, RT 1/RW 1, Desa Pasungan, Kecamatan Ceper, Sabtu sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

Almarhum yang meninggal dalam usia 55 tahun ini akan dimakamkan di pemakaman kampung Kasaran, Minggu siang, 12 Januari 2020, sekitar pukul 13.00 WIB. Bagi kerabat atau elemen masyarakat yang hendak takziyah atau melayat, bisa hadir di rumah duka. Puluhan karangan bunga berkabung pun memadati jalan menuju rumah duka, termasuk karangan bunga berkabung dari Bupati Klaten, Dandim Klaten, Kapolres Klaten, Paguyuban Camat, Dissos-P3AKB, Amigo Klaten, dan jajaran/elemen lainnya.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani saat melantik almarhum Joko Wiyono dan pejabat lainnya, Kamis (26/12/2019).

Jajaran Pemkab Klaten sangat berduka mendalam dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum. Allah SWT kalau sudah berkehendak, siapapun akan mengalami namanya kematian, baik pejabat atau warga biasa. Sosok almarhum selain aktif dalam tugas kedinasan, juga aktif berkiprah di tengah masyarakat. Almarhum juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga  Klaten yang getol mewujudkan Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Mungkin segenap sahabat atau kerabat pernah membaca sebuah tetenger atau pesan almarhum di WA-nya. Sosok ini memang gemar bersepeda dan trabas sepeda gunung atau pun trail, sehingga membuat status dalam WA-nya. Bunyinya, “Berdoa itu berulang-ulang seperti mengayuh sepeda, pada saatnya insyaAlloh akan sampai tujuan.” Status WA ini dibuat sejak Sabtu, 23 November 2019. Selamat jalan Pak Joko “Kliwir”, jasamu kan dikenang selalu.¬†(Abdul Hakim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *