Lama Tak Jualan, Rumah Durian Bu Sunarni di Kanoman Mulai Disinggahi Pelanggan

KLATEN – Tak banyak orang yang tahu, Rumah Durian Bu Sunarni yang ada di Dukuh Bagor, RT 21/RW 11, Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko, Klaten, belum lama ini mulai tampak puluhan buah durian yang dijual di teras rumahnya.

Rumah Durian Bu Sunarni ini termasuk usaha ekonomi kreatif yang patut ditiru. Awalnya memang Bu Sunarni jualan durian di jalan Pemuda Klaten, kadangkala jualan di dekat Alun-alun Klaten, dan kadangkala jualan di dekat Lapas Klaten. Tapi usahanya kadang bagus dan sebaliknya, susah jualannya.

Melihat animo masyarakat yang menghendaki ingin langsung membeli durian di kampung, maka Bu Sunarni bertekad jualan buah durian di kediamannya dan alhasil, banyak warga luar kampung, bahkan dari luar kota menjadi pelanggan setianya.

Kalau musim durian otomatis pelanggannya banyak yang singgah, dan sebaliknya jika pas bukan musim durian, sepi. Lama tak berjualan buah durian, karena memang lagi tak musim durian, Bu Sunarni yang didampingi suaminya Pak Sutardjo, tetap bertahan dengan jualan buah-buahan lainnya, seperti buah alpokat, pepaya dan buah lainnya.

Saat redaksi berkunjung ke rumahnya, tampak puluhan buah durian mulai dipajangkan di teras rumahnya yang siap dipesan atau ditawarkan kepada pelanggannya, Selasa siang lalu, 27 Desember 2016. Tanpa ragu-ragu, Bu Sunarni langsung menyapa tamu yang singgah di Rumah Duriannya ini.

Salah satu warga Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, yang singgah di Rumah Durian, Budi (36 th), mengakui tahu tentang Rumah Durian ini dari Mbah Google. Dirinya datang dan ingin membuktikan rasa khas durian Bu Narni yang ada di Kanoman ini.

“Ini saya datang bersama dua teman saya, Mas Solikhin dan Mas Moko dari Solo, yang kebetulan capek habis muter-muter sebagai sales obat-obatan. Tahunya Rumah Durian Bu Sunarni ini dari Mbah Google. Rasanya memang ada yang anyep manis dan ada yang mantap,” ujar Budi.

Selama beberapa bulan ini, jelas Bu Sunarni, memang buah durian sedang tidak ada yang panen dan otomatis tak ada yang dijual di teras rumah. Saat ini memang buah durian yang dijual merupakan produk durian lokal yang saat ini mulai banyak warga yang panen.

Durian montong belum ada, dan paling banyak saat ini yang dijual jenis durian lokal. Secara rasa memang ada yang pas di lidah dan ada juga kurang nyaman di lidah. Durian yang dijual memang standar, ada yang Rp25 ribu, Rp30 ribu, Rp40 ribu, Rp50 ribu sampai Rp80 ribu.

“Ini kebetulan pas ada durian lokalnya, untuk durian montong dan durian jenis lainnya, belum ada. Tapi rasa durian lokal kalau bagus, rasanya nggak kalah mantap dibandingkan dengan durian montong,” ujar Bu Sunarni.

Salah satu pelanggan barunya, Eka (30 th), tampak senang melahap buah durian yang dimakannya. Selama ini, warga Prigi, Kalikotes, Klaten ini mengaku belum pernah tahu akan keberadaan Rumah Durian di Kanoman ini. Dan tahunya pusat durian ada di jalan Mayor Kusmanto, Semangkak, Klaten.

“Nyatanya di kampung Kanoman ini ada rumah durian milik Bu Sunarni yang memang suasana kampungnya juga membuat penikmat durian menjadi senang dan mau singgah di sini. Rasanya memang ada yang pas di lidah, dan ada yang biasa-biasa saja. Musim hujan juga menjadi pengaruh rasa durian lokal ini,” ujar Eka. (dulkim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *