Mendikbud Sidak SMK Leonardo Klaten, Bikin Pilot Project Sekolah Full Day

KLATEN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP (60 th) bersama jajarannya, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Drs Nur Hadi Amiyanto MEd, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Klaten H Widiyarto, Budi Sasangka (Kepala SMKN 1 Klaten), Kawit Sudiyono (Kepala SMAN 1 Klaten), dan MKKS SMK/SMA di Klaten, mengunjungi SMK Leonardo Klaten, Rabu siang (10/8), pukul 14.00 WIB.

Kepala SMK Leonardo YB Purwanto ST bersama guru dan karyawan, dengan tangan terbuka menerima kedatangan rombongan Mendikbud dalam kaitan juga kunjungan ke Koperasi Batur Jaya, Ceper, Klaten bersama Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI Airlangga Hartarto Rabu sore (10/8) pukul 16.30 WIB.

Sosok Mendikbud baru yang menggantikan Anis Baswedan, lahir di Madiun, Jawa Timur, tanggal 29 Juli 1956. Dengan segenap potensi yang ada, Muhadjir berupaya melanjutkan program Menteri Pendidikan Nasional yang lama.

Wakil Kepala SMK Leonardo Bidang Kurikulum, Edoardus Joko Susilo menjelaskan, rombongan Mendikbud diarahkan langsung menyaksikan anak-anak kelas X yang sedang mengukir besi baja di ruang praktek yang pulangnya pukul 16.30 WIB.

“Kunjungan Pak Menteri ke sini memang mendadak, tak pakai surat, tadi kita baru dapat informasi jam 11.00 WIB dan kita harus siap. Pak Menteri biar tahu, kalau di sekolah ini juga mengajarkan teknik permesinan, teknik mekatronika, dan punya potensi lainnya,” jelas Joko Susilo.

Lulusan sekolah ini banyak yang kerja, tapi biasanya siswa yang pintar, melanjutkan kuliah di sejumlah perguruan tinggi. Menurutnya, siswa lulusan SMK Leonardo ini melanjutkan kuliah program D3 UGM Yogyakarta, D3 ATMI Yogyakarta, D3 Universitas Sanata Dharma, dan lainnya.

Sejumlah awak media tak menyia-nyiakan sidak Mendikbud ke sekolah unggulan di Klaten ini. Kepala SMK Leonardo Klaten YB Purwanto ST mendampingi Menteri Muhadjir Effendy dengan menyaksikan siswa kelas X sedang mengasah atau mengukir baja. Kemudian menyaksikan anak-anak sedang melaksanakan tugas di ruang laboratorium Mekatroika.

Kata Joko Susilo, siswa di sekolah ini, masuknya pukul 07.00-14.15 WIB setiap hari. Kalau jam pelajaran biasa atau jam teori, siswa pulangnya pukul 14.15 WIB, tapi kalau jam praktek, yang dijadwalkan seminggu dua kali, pulangnya pukul 16.30 WIB.

SMK Leonardo ini ada empat jurusan, yaitu teknik instalasi tenaga listrik, teknik permesinan, teknik kendaraan ringan atau otomatif, dan teknik mekatronika. Kebanyakan siswa di seni, mayoritas putra dan putrinya sangat terbatas.

Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan strata tiga bidang sosiologi militer di Program Doktor Universitas Airlangga ini dan diangkat oleh Presiden RI H Joko Widodo di Kabinet Kerja sejak tanggal 27 Juli 2016 lalu.

Kepada wartawan, tokoh pendidikan yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga periode, dari tahun 2000 sampai 2016, merasa senang dengan semangat siswa SMK Leonardo yang tak kenal lelah belajar praktek seperti itu.

Kata Muhadjir, peralatan di sekolah ini relatif lengkap dan sudah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan di sekitar maupun di luar negeri. Sehingga daya serap siswa bisa diakses bekerja cukup tinggi, bahkan tiap tahun mengirim siswa magang ke Jepang setiap 3 tahunan.

“Saya sarankan karena banyaknya siswa alumni yang tak bisa berangkat gara-gara kesulitan biaya, saya kira nanti Kementerian Pendidikan bisa memberikan pinjaman untuk tiketing dan pengurusan paspor. Di sana kan dapat gaji, nah jika sudah digaji, kan nantinya bisa dikembalikan,” pesan Muhadjir.

Saat ditanya wartawan soal rencana kebijakan menerapkan sekolah full day, Muhajdir memandang hal biasa. “Ya, biasa namanya baru. Kita lanjutkan tapi tidak segera, nanti kita lihat respon masyarakat bagaimana. Banyak yang bagus, atau banyak yang negatif, lha tentu saja kita pelajari, kita sesuaikan, kan ini baru rencana, tak harus tergesa-gesa. Makanya kita akan bikin pilot project dulu,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, dengan pilot project ini pada akhirnya nanti bisa dievaluasi dan dipelajari betul-betul, dan bisakah menjadi sistem pembelajaran yang bagus. Selama ini, tidak banyak sekolah yang punya potensi bagus, maka perlu dievaluasi apa kurangnya. Dengan adanya sejumlah sebagai pilot project sekolah full day, diharapkan memang menghasilkan kader-kader bangsa yang handal dan berkualitas.

Muhadjir mengakui kalau posisinya itu sebagai pembantu Presiden Jokowi di program Kabinet Kerja. Dirinya dipesankan Jokowi harus patuh dan bisa menterjemahkan dengan mengambil kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Seluruh negeri ini, segenap wartawan menanyakan kepada Kepala Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten yang masih pro-kontra jika Mendikbud yang baru ini menerapkan sekolah full day. Muhadjir berjanji akan mengadakan penelitan atau kajian lebih lanjut, termasuk evaluasi pilot project.

Kalau kurikulum apapun, api gurunya mlempem, tetap percuma. Baik kurikulum lama 2006 maupun kurikulum 2013, atau sampai kurikulum 2030, tetapi gurunya tidak bisa memberikan satu inovasi dan perbaikan kualitas pendidikan, juga dirasakan belum bermakna dan bermanfaat.

“Kita lihat kekurangannya dan kebaikannya seperti apa, layak apa tidak, wong kita ini niatnya baik kok. Itu lihat, sampai jam setengah 5 sore, siswa kelas X ini dengan sungguh-sungguh mengukir besi baja. Baru kelas 1 baru, meraka belajar tahan banting dengan dibentuk mentalnya sebagai calon-calon pekerja yang tangguh. Kalau saya dulu istilahnya bukan ngungkal besi, tapi ngungkal arit,” ujarnya. (ms)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *