Petani Tembakau Juwandi Temui Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, Siap Tanam Grompol Jatim

KLATEN, KABAREPIYE.com – Semangat sosok petani satu ini memang luar biasa, tak kenal lelah. Di era modern ini, apalagi dalam pandemi Covid-19, Juwandi, demikian nama petani ini, tetap terlihat bersemangat dalam mengolah lahan pertaniannya yang ada di Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Klaten.

Baginya, profesi sebagai petani dijalani dengan senang hati dan selalu bersyukur. Kepada wartawan, Juwandi memandang, petani di era sekarang ini harus kreatif, inovatif, dan mampu menangkap situasi pasar dan musim yang sedang berlangsung. Petani tidak boleh hanya terpaku pada pola pikir mundur, mengolah lahan pertanian semaunya saja tanpa arah jelas.

Seperti saat ini, di akhir bulan Mei 2020, dipandang sudah tepat untuk memulai menanam tembakau. Dengan prediksi sekitar Agustus 2020 bisa panen yang hasilnya akan memuaskan atau harga bagus. Juwandi yakin, sebab saat ini hujan sudah jarang turun dan bagus untuk mengolah lahan pertanian tembakau.

“Sebagai petani tembakau, kita harus berani memastikan, kapan bisa memulai menanam tembakau dan kapan prediksi akan panen. Kebetulan ada perusahaan tembakau di Jawa Timur yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengolah tembakau jenis grompol Jatim,” ujar Juwandi usai menemui Bupati Klaten Hj Sri Mulyani di sela-sela rapat antisipasi New Normal atau tatanan baru pandemi Covid-19 di pendopo Klaten, Kamis siang (28/5/2020).

Juwandi sedang berada di lahan sawahnya yang akan ditanami tembakau di Desa Karangpakel.

Dengan penuh keberanian, Juwandi curhat dan meminta bantuan Bupati Hj Sri Mulyani agar proses pengolahan lahan tembakau di Desa Karangpakel sekitar 15-20 hektar, dibantu dengan peminjaman alat traktor yang dimiliki Dinas Pertanian dan KPP Klaten. Saat ini baru ada 1 traktor yang dimiliki Kelompok Tani Sata Karangpakel yang dikelola Juwandi bersama 30 petani anggotanya.

Tanpa dukungan alat modern traktor pengolah lahan pertanian untuk penanaman tembakau ini, akan berdampak para petani mengalami kerepotan. Ada dua orang yang sudah disiapkan menjadi pembajak sawah pakai traktor ini, yaitu Mulyono dan Sahudi. Traktor ini bahan bakarnya solar sehingga lebih murah, sebab mesinnya menggunakan diesel.

Bupati akhirnya memberikan kesempatan kepada Juwandi untuk mengurus peminjaman traktor bajak sawah dan meminta berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian dan KPP Klaten. Sekedar informasi, tembakau hasil panenan selama ini, kata Juwandi, menjadi salah satu bahan baku Sun Cure dan DFC yang dikelola perusahaan pengadaan tembakau di Jawa Timur.

“Karena selama ini kita mendapat kepercayaan penuh dari perusahaan pengadaan tembakau untuk didrop ke pabrik rokok di Jawa Timur, maka sejak dini kita siasati mengolah lahan tembakau dengan cara modern. Kalau membajak sawah pakai kerbau atau sapi, saat ini jelas susah. Selain sudah langka, cara ini kurang efektif, maka hadirnya traktor bajak sawah ini sangat dinantikan,” jelas Juwandi.

Sosok petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Klaten ini mengaku belajar mengolah tembakau sejak tahun 1993 hingga sekarang ini. Lahan sawahnya sendiri (termasuk lahan yang disewa) yang dikelola yang akan ditanami tembakau ada 7-10 hektar dan sekitar 8-10 hektar lagi merupakan plasma bersama petani lainnya.

Traktor bajak sawah sangat dinantikan bisa diterjunkan di lahan untuk ditanami tembakau.

Dari pantauan wartawan, Juwandi ini rajin bekerja di persawahan dengan pola tanam padi, padi, tembakau. Di kediamannya Karangpakel, tepatnya di RT 15 /RW 05, ada bangunan untuk oven tembakau dan dipasang alat modern untuk sun cure di halaman rumahnya. Semangat bertani memang tak pernah pudar, meskipun usianya saat ini menginjak 52 tahun.

Terpisah, salah satu anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo SPI MM, mengaku senang dan salut dengan semangat kadernya ini dalam mengolah lahan pertanian. Salah satu ketahanan pangan di negeri ini juga berkat kerja keras para petani, termasuk peran serta kelompok tani yang dikelola Juwandi dalam mengemas lahan tembakau.

“Hasil tembakau yang diolah Juwandi bersama Kelompok Tani Perkebunan Sata di Karangpakel ini juga bagus dan sudah mendapatkan¬†reward sebagai suplier terbaik dari PT AOI Jawa Timur. Prestasi ini menjadi pemacu semangat Juwandi dalam mengolah lahan tembakau agar hasilnya bagus dengan sistem modern. Adanya traktor ini mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik. Tembakau yang diolah jadi rokok itu ada cukainya, dan cukai tembakau itu salah satu pendapatan negara,” pesan Rahmad melalui ponselnya. (Hakim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *