PPMI Klaten Dilantik, Ajak Pengusaha Muslim Tak Lupakan Ibadah

KLATEN – Perkumpulan Pengusaha Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Klaten akhirnya telah dilantik oleh Ketua Umum PPMI Pusat, Sasongko Jati, di ruang B2 lantai 2 Gedung Pemkab Klaten Minggu pagi (31/7).

PPMI ini, jelas Sasongko Jati, eksis sejak tahun 2015, dan skala nasional mulai berdiri di setiap kabupaten dengan sejumlah agenda. Ada program seminar sukses berwirausaha, sukses bekerja, bakti sosial, membantu rumah tak layak huni, fakir miskin, dan terutama program melestarikan masjid dengan bersih-bersih masjid atau BBM.

“Untuk BBM ini hasil kolaborasi dengan komunitas, bahwa memakmurkan masjid itu tidak harus membangun masjid. Dari hal sepele, kita ajak anggota PPMI dan masyarakat senang bersihkan toilet masjid setiap jumat. Dan usai itu, biasanya kita membagikan nasi bungkus. Antar pengurus PPMI dan anggota sering sharing bisnis di lokasi usahanya, haln ini untuk melihat langsung kendala atau problem solving setiap dua minggu sekali,” ujar Sasongko mantap.

Sosok nakoda PPMI ini mengaku selama 13 tahun bekerja sebagai HRD Alfa Mart di Jakarta dan akhirnya tahun 2015 memutuskan hijrah pulang kampung dengan mengajak kawan-kawannya menggeluti perbankan syariah. Dan saat ini kegiatan PPMI Pusat ada di jalan gang Kutilang no 10 Wonocatur, Yogyakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua PPMI Klaten Saptya Eka Haryadi menjelaskan, untuk anggota PPMI di Klaten ada ribuan dan untuk usaha anggota sangat variatif. Ada yang menjadi pengusaha percetakan, penerbitan, kuliner, angkringan, aneka jasa, toko roti dan snack dan lainnya.

Untuk keberadaan PPMI di Klaten selama ini terus melakukan berbagai terobosan agar terus bersemangat dalam mengabdikan diri di masyarakat. Kemandirian dan kerja keras dalam menekuni usaha, selalu ditekankan. Sebuah usaha kalau mau sukses, kata Eka Haryadi, diawali dari rajin beribadah kepada Allah SWT.

“Ketika panggilan shalat terdengar, maka segeralah mengambil air wudlu dan shalat berjamah. Rutinkan diri kita puasa sunnah senin kamis, santuni anak yatim fakir miskin, bersedekah di mana saja dengan niat pyur bantu warga miskin,” tandas Eka Haryadi yang selama ini menggeluti bisnis Ayam Brontak.

PPMI Kabupaten Klaten juga selalu siap menghadapi setiap tantangan zaman, termasuk tantangan masyarakat ekonomi Eropa (MEA). MEA ini bukan menjadi tantangan, akan tetapi semangat bekerja dan beribadah semakin mantap.

Eka Haryadi yang senang bisnis aneka kuliner ini menyatakan, PPMI selalu berupaya agar dalam hidup ini bisa bermanfaat bagi ummat. Kalau menekuni urusan dunia, urusan pekerjaan atau bisnis, ditradisikan karyawan juga tak lupa akan beribadah kepada Allah SWT.

Hal senada juga dikatakan Jumadi SSos, selaku ketua PPMI Kabupaten Klaten. Dengan adanya PPMI ini bisa memunculkan semangat etos kerja PPMI. Bekerja itu boleh saja, akan tetapi niat beribadah kepada Allah SWT jangan sampai dikesampingkan.

“Hidup ini tujuannya untuk beribadah kepada Allah SWT, dan urusan dunia ini jangan sekali-sekali melupakan urusan kita dengan Sang Pencipta Alam Semesta Allah SWT. Kita ingin ciptakan pengusaha muslim yang hebat, hebat juga dalam keluarga, hebat dalam menekuni bisnis yang dilakukan. Dan tentunya tidak lupa untuk syukur dan senang bersedekah,” ujar Jumadi.

Sebelum pelantikan pengurus PPMI Kabupaten Klaten periode 2016-2021, ratusan anggota PPMI Klaten diberikan ceramah seminar oleh Ustad Yudi Faisal SAg, selaku pendiri dan pembina PPMI Pusat selama satu jam dengan tema “Menyelesaikan masalah hidup dengan cara Allah SWT”. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *