PT AOI Gelar Program Mendongeng di 6 SDN di Klaten, Siswa Sangat Berkesan..!!

KLATEN – PT Alliance One Indonesia (AOI) di Klaten, telah menggelar kegiatan kepedulian sekolah dalam program mendongeng di sejumlah sekolah dasar negeri (SDN), baik di wilayah Kecamatan Ceper maupun Trucuk. Setiap pertemuan, para siswa terlihat menangis dan terharu, ada sesuatu yang berkesan.

Hal ini dilakukan dalam kerangka mengajak kesadaran orang tua dan anak-anak agar tidak melibatkan anak-anak atau ekspolitasi anak dalam kegiatan pekerjaan di rumah maupun di pabrik, khususnya perusahaan rokok.

aoii2Informasi di atas dibenarkan Imam Nurdin, selaku Manajer PT AOI Klaten, saat dihubungi redaksi di sela-sela acara pengawasan kegiatan mendongeng di SDN Jambukidul, Kecamatan Ceper, Senin siang (29/8). Program mendongeng ini kali pertama dilakukan PT AOI Klaten dan nantinya bisa terus dilanjutkan.

“Kita ini perusahaan yang ditekan untuk mengarahkan masyarakat untuk menyetop pekerja anak-anak di perusahaan tembakau. Ada 6 SDN yang terbagi 2 SDN di Ceper dan 4 SDN di wilayah Trucuk, diberikan dongeng atau kisah unik dan menarik dengan cara mendengarkan cerita dari Kak Wawan dibantu istrinya Husnul Khotimah dari Lombok Mataram,” jelas Imam Nurdin kepada wartawan.

PT AOI Klaten mengakui memang ada 6 sasaran sekolah di Klaten ini, selama tiga hari digelar, Senin-Rabu (29-31/8). Jadwalnya, Senin pagi digelar di SDN Srebegan dan dilanjutkan di SDN 1 Jambu Kidul. Kemudian Selasa dan Rabu, program PT AOI mendongeng dilanjutkan di SDN Bero, Sumber, Jatipuro dan Wonosari,di wilayah Kecamatan Trucuk.

Pada dasarnya, kata Imam Nurdin, anak-anak tak boleh bekerja di pertembakauan, sebab dapat menyebabkan sakit. Undang-undang sangat jelas, bahwa pekerja anak-anak tak diperbolehkan. Tugas anak-anak itu belajar dan berprestasi raih cita-cita.

Kalau hanya membantu mengantar makanan, menyapu rumah, membantu urusan pekerjaan di rumah, selain urusan pekerjaan di pertembakauan, tidak jadi masalah. Anak-anak bukan justru dieksploitasi sebagai tenaga kerja para orangtua mereka.

Sebelum pulang, Pengawas TK/SD UPTD Pendidikan Kecamatan Ceper, Joko Sunarwan SPd dengan didampingi Kepala SDN 1 Jambu Kidul, Suwarno SPd, menyatakan, kegiatan PT AOI mendongeng ini sangat bagus dan bermanfaat. Antusias anak-anak sangat terlihat, bahkan saat pendongeng bercerita tentang sosok anak yang menderita dan bisa bangkit, anak-anak terasa hanyut dan ikut menangis.

Kegiatan mendongeng ini tujuannya mendukung wajib belajar dan anak-anak diarahkan lebih maju. Anak-anak juga tambah pengalaman dan bisa lebih luas wawasannya dalam memahami sesuatu. Hidup ini memang harus membawa manfaat dan sejak dini, anak-anak tidak diperkenankan bekerja dalam kaitan pertembakauan.

“Kerja di kebun tembakau sangat berbahaya bagi anak-anak, selama ini mungkin banyak anak-anak yang belum tahu. Dari kisah dongeng ini, anak-anak yang selama ini kerja di tembakau itu sangat membahayakan dan hal ini perlu ditindaklanjuti UPTD Pendidikan. Tadi ada sekitar 100 siswa SDN 1 Jambu Kidul ikut mendengarkan dongeng yang bisa menggugah semangat anak-anak untuk lebih giat belajar,” ungkap Joko.

aooiiHal senada juga disampaikan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Trucuk, Edy Sutopo SPd terkait agenda PT AOI Klaten ini. Dijelaskan, di wilayah Kecamatan Trucuk ini, memang basis petani yang menanam tembakau dan dikirim ke sejumlah perusahaan rokok, seperti di Desa Sumber, Mireng, Bero, Wonosari, Palar, Jatipuro dan Sabranglor.

Keberadaan pertembakauan di wilayah Kecamatan Trucuk ini memang menjadi salah satu aset bagus dan terus dikembangkan. Namun demikian, karena tembakau ini ada zat yang sangat berbahaya, maka anak-anak sejak dini jangan sampai ikut-ikutan kerja sebagai buruh tembakau.

“Tentunya UPTD Pendidikan Kecamatan Trucuk terus mengarahkan kepada orangtua yang basis tembakau, agar tidak memaksa putra-putri mereka kerja mengurusi tembakau. Program PT AOI mendongeng ini sedikit banyak ikut memberikan wawasan baru bagi anak-anak untuk menjauhi pertembakauan dan kerja langsung di pertembakauan,” ujar Edy Sutopo.

Program PT AOI Mendongeng ini secara roadshow dilakukan dengan dukungan Kak Wawan yang selama ini kondang sebagai pendongeng, diawali dari ┬áMadura tanggal 22-24 Agustus 2016, dilanjutkan ke Paiton 25-27 Agustus 2016, dan terakhir di Klaten ini tanggal 29-31 Agustus 2016. “Kita bersyukur, program PT AOI Mendongeng atau program Ceria ini bisa berjalan lancar dan semua tetap kita syukuri,” pungkas Imam Nurdin. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *