SMK Jurusan Keramik Kurang Diminati Siswa, Publikasi Lewat Media Perlu Diterobos

KLATEN – Jurusan keramik dan batik di tingkat SMK se Jawa Tengah kenyataannya kurang diminati dan belum menjadi sebuah jurusan yang menarik untuk dibuka pengelola sekolah. Siswa pun juga enggan masuk ke jurusan keramik dan batik.

Demikian dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Drs Tri Margiyanto MPd usai memantau jalannya lomba keramik di SMK Negeri 1 Rota Bayat, Kamis siang (15/9). Setelah monitoring di SMKN 1 Rota Bayat, Tri Margiyanto mengunjungi SMK Kristen 5 Klaten yang sedang digelar lomba autobody repair.

Lomba keramik siswa SMK se Jawa Tengah yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah digelar selama dua hari di SMKN 1 Rota Bayat, Klaten, Kamis-Jumat (15-16/9).

Dan dalam “Lomba Ketrampilan Siswa ke-25” ini hanya diikuti 4 peserta yang berasal dari SMKN Jepara 2 orang dan SMKN 1 Rota Bayat 2 orang. Karena SMK yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah ini sangat jarang dan enggan membuka jurusan keramik, menyebabkan peserta lomba keramik sangat sedikit.

keramik4“Hal ini jelas menjadi PR atau pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan di wilayah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Disdik Kabupaten Klaten. Dari 54 jumlah SMK negeri-swasta di Klaten, dan 11 SMK diantaranya negeri, memang harus diarahkan terus mau membuka jurusan keramik,” ujar Tri Margiyanto.

Namun demikian, Disdik Klaten tak bisa memaksanakan agar SMK yang ada di Klaten bisa membuka jurusan keramik maupun batik. Hal ini juga dipengaruhi tradisi dan keinginan masyarakat di sekitar sekolah.

Seperti masyarakat di Bayat, lingkungan sekolahnya memang banyak warga yang menggeluti usaha membatik dan sekaligus juga banyak yang menekuni usaha pembuatan keramik yang produknya sudah sampai manca negara.

Dicontohkan, masyarakat di lingkungan SMK Kristen 5 Klaten lebih tertarik untuk memasukkan putra-putri mereka ke jurusan teknik otomotif kendaraan ringan (TOKR), atau memasukkan ke jurusan teknik body repair (TBR) yang selama ingin menjadi jurusan paling favorit.

SMK Kristen 5 Klaten ini juga mempunyai membuka jurusan teknik audio video (TAV), teknik komputer jaringan (TKJ), dan teknik sepeda motor (TSM). Kalau jurusan batik dan keramik, sampai saat ini belum diterima masyarakat sekitar.

“Sekali lagi ini PR kita, dan kita harus selalu publikasi, sebab tanpa publikasi sangat sulit diketahui masyarakat. Termasuk tanpa dibantu mass media atau wartawan, program dan jurusan SMK yang ada tak bisa diketahui masyarakat secara luas,” tandasnya.

Dari pengamatannya, secara kenyataannya, menekuni usaha batik dan keramik memang sangat menggiurkan hasilnya. Tapi, masyarakat masih berpikir bodon, artinya dua jurusan ini tak begitu menarik.

keramik3Orang tua berpikir, kalau tidak mengambil teknik mesin, teknik perbengkelan, auto body repair dan lainnya, putra-putri mereka tak didukung. Harapannya setelah sekolah bisa kerja di bengkel atau perusahaan.

Masyarakat selama ini dinilai belum mengetahui akan manfaat masuk di jurusan keramik dan batik. Produk-produk keramik seperti di Melikan, Wedi, sengat menarik untuk digeluti. Kalau siswa semuanya ingin masuk perbengkelan, sementara jurusan batik dan keramik, kurang peminatnya, bisa kurang berimbang.

“Untuk praktek jurusan keramik, tanah lingkungan sekolah bisa menjadi bahan praktek membuat keramik. Akan tetapi kalau dibuat keramik secara profesional atau dijual bebas, tanah liat di Bayat kurang bagus. Selama ini, warga mengambil atau membeli tanah dari daerah Pacitan, Jawa Timur yang warnanya khas,” ujar Tri Margiyanto mantap. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *