Truk Kelebihan Muatan Galian C Terkena Operasi di Kompleks Kantor Dishub Klaten

KLATEN – Nasib Idris (25 th), sopir truk batu mengalami sial. Mobil truk yang dibawa dari lereng gunung merapi dengan membawa batu, harus berurusan dengan Dinas Perhubungan Klaten yang bekerjasama dengan Satlantas Polres Klaten, di kompleks Dishub Klaten Jalan Perintis Kemerdekaan No 1 Ketandan, Klaten Utara, Rabu siang (16/11).

Pemuda yang asalnya Jombor, Kecamatan Jatinom, Klaten, tak membawa surat KIR dan surat kelengkapan berkendara lainnya, dan akhirnya harus mengisi buku tilang. Dan jumat depan, (25/11), pukul 08.00 WIB, harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klaten.

“Kebetulan ini pengiriman batu yang ketiga dan harus ditilang karena kelebihan muatan batu. Pinginnya batu kiriman ini bisa mencukupi kebutuhan pembangunan talud. Tapi nggak apa-apa, sidang ndak masalah,” ujar Idris sambil kontak bosnya.

dis2Dalam upaya pengiriman batu pembangunan talud ke daerah Desa Tambakboyo, Kecamatan Pedan, Klaten, harus berurusan dengan Satlantas Polres Klaten yang bekerjasama dengan Satlantas Polres Klaten, Rabu siang (16/11). Idris terlihat sibuk kontak atasannya dengan HP terkait adanya operasi ini.

Hal senada juga dialami Jaino (55 th), sopir truk Nopol AD-1344-LT asal dari Sukoharjo yang membawa pasir dari lereng gunung merapi, juga terkena operasi ketertiban dan harus menjalani sidang di PN Klaten, Jumat, 25 Nopember 2016 pukul 08.00 WIB.

Juga dialami Dwi Mardiyanto (40 th), sopir truk pasir yang tinggal di Dukuh Banjardowo, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes yang mengaku kelebihan muatan pasir dan terpaksa harus ditilang.

Kata Mardiyanto, operasi ketertiban ini memang bagus untuk mendata para sopir truk yang benar-benar tertib dan mana yang tak tertib. Kalau dirinya mengaku surat-suratnya ada, hanya saja muatan pasir yang dibawa melebihi aturan kapasitas.

dis6“Saya mendukung operasi penertiban truk pasir dan batu yang dibawa dari lereng gunung merapi ini. Bagus dan saya Jumat depan akan sidang untuk mempertanggungjawabkan kelebihan muatan pasir ini,” kata Mardiyanto sambil tersenyum.

Terpisah, Kepala Dishub Klaten Drs H Purwanto AC MSi, mengakui kalau kebanyakan truk yang didata atau ditilang ini melanggar item pelanggaran nomor 11 yang tertera di lebar kertas bukti pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan (UU No 8 Tahun 1981 dan UU No 22 Tahun 2009).

Mereka sopir truk yang terjaring dalam operasi penertiban kendaraan roda empat atau lebih ini melanggar aturan item 11 yang bunyinya angkutan barang tidak memenuhi ketentuan tata cara muat, daya angkut, dimensi kendaraan.

“Mereka yang membawa pasir dan batu dengan truk ini rata-rata melanggar Pasal 307 Jo pasal 169 (1) dengan denda kurungan 2 bulan atau membayar denda maksimal bayar Rp500 ribu,” jelas Purwanto.

Operasi penertiban di Station Dishub Klaten ini akan sering dilakukan dan rencananya operasi ini akan dilanjutkan lagi Kamis siang (17/11) di kompleks Dishub. Lokasi operasi ketertiban kendaraan roda empat, khususnya truk mualan galian C, baik pasir dan batu, akan terus dilakukan di sejumlah titik juga dilakukan.

dis1Purwanto berharap, karena jumlah personil Dishub yang terbatas, maka masyarakat bisa melaporkan terjadinya pelanggaran di lapangan. Operasi tetap dilakukan, bahkan belum lama ini juga dilakukan operasi 24 jam. Dishub dengan bekerjasama dengan Satlantas Polres Klaten juga terus menggelar operasi hunting.

“Ketika ada operasi penertiban hunting, ada temuan pelanggaran, misalnya kelebihan muatan, maka langsung tilang di tempat. Di titik-titik rawan jalur non galian C atau jalur tikus jalur 86, akan terus dipantau. Personel Dishub sangat terbatas, maka jika ada truk yang masuk kampung, warga jangan memperbolehkan,” tandas Purwanto mantap.

Saat ini jumlah personel Dishub Klaten sangat terbatas, yaitu ada 94 personel, yang terdiri dari tenaga operasional dan tenaga harian lepas (THL) ada 52 orang. THL ini ada yang bertugas di terminal, juga ada yang tugas pengendalian di Manisrenggo dan Karangnongko.

Terkait operasi ini, Purwanto mengaku tak ada target khusus, karena operasi ini memang rutin digelar. Namun sebagai pimpinan, ada target seminimal mungkin adanya pelanggaran. Kalau memang banyak temuan, tetap diproses sesuai aturan hukum berlaku atau sidang.

dis5Dari pantauan wartawan, rata-rata truk yang layak dengan memenuhi ketentuan bermuatan pasir atau batu sekitar 7-8 ton beratnya. Dan saat ini pihak Dishub Klaten terus melakukan pendataan truk dengan penertiban.

Lebih jauh dikatakan, plat nomor truk yang terjaring dengan temuan pelanggaran atau tidak, tetap masuk data aplikasi di komputer Dishub Klaten. Hal ini dilakukan untuk pendataan truk yang beraktifitas terkait galian C.

“Operasi ini hal biasa, jadi para sopir truk nggak usah menghindar, tadi banyak sopir truk yang belok kanan di bangjo RSI Klaten menuju arah Kalikotes setelah tahu adanya operasi ini. Kita akan terus inventarisir, titik-titik jalur truk galian C yang selama ini nekat masuk perkampungan,” jelas Purwanto.

Dalam operasi penertiban kendaraan truk galian C ini, sekitar 25 truk yang berkas surat tilang menumpuk di atas meja petugas. Data ini dicatat wartawan, Rabu sore (16/11) sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas gabungan dari Dishub Klaten dengan Satlantas Polres Klaten ini akan terus dilakukan demi menciptakan kondisi ketertiban berlalulintas di Klaten. (dulkim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *